Konsep Pendidikan Islam Pada Anak Di Usia Dini


Mengenal konsep pendidikan dalam islam merupakan hal yang menarik untuk dibahas khususnya oleh para orang tua. Terlebih oleh seorang ibu yang peran utamanya sebagai madrasatul ula (madrasah utama) bagi anak-anaknya sebelum akhirnya buah hatinya belajar kepada ustadzah besar lainnya, ibu juga berperan sebagai Al- umm warabbatul bayt ( ibu pengatur rumah tangga). Untuk itu orang tua wajib memilihkan pendidikan terbaik bagi buah hatinya, pendidikan yang mampu mengantarkan anak-anaknya menjadi generasi rabbani, generasi yang tidak hanya cerdas dan berakhlaqul karimah namun juga sebagai generasi yang memprioritaskan Allah sebagai satu-satunya yang agung dan mulia diantara yang lain, generasi yang patuh dengan penciptanya, generasi yang menjaga dan mengamalkan kitabnya ( Al-qur’an), generasi yang bakti kepada ibunda dan ayahandanya, serta menjadi generasi tangguh yang berada di garda terdepan sebagai mujahid dan mujahidah  pembela agama Allah yang merupakan generasi AL-FATIH abad 21.
Konsep pendidikan anak mempunyai tujuan menjadikannya sebagai generasi rabbani, yang menjadikan iman dan taqwanya kepada Allah sebagai pondasi diri, termasuk dia akan dicetak menjadi insan berkualitas yang menjadi mutiara umat. Anak adalah amanah dari Allah untuk itu pola asuh dan pola didiknya harus dilakukan secara maksimal, keikhlasan, ketulusan serta kesabaran dari yang mendidiknya bukan berati memanjakannya, namun lebih kepada membentuk pribadi yang dihiasi keimanan serta ketaqwaan dalam dirinya, yang menjadikannya tumbuh menjadi sosok yang sholeh dan berkualitas.
Proses pendidikan anak dalam islam juga harus disertai oleh sifat terpuji bagi para pendidiknya (guru) agar mampu menjadi teladan bagi anak didiknya, sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi terpuji dambaan umat yang sesuai dengan arahan ilaahi. Tugas mendidik memang tidak mudah karena anak-anak bukanlah robot yang bisa di perintah kesana dan kemari, namun anak-anak adalah titipan dari Allah yang memiliki akal dan nurani yang dalam suatu keadaan bisa ngambek dan emosi, inilah point penting bagi para pendidik untuk tetap bersikap sabar, ikhlas dan tulus dalam keadaan apapun karena Allah telah menyiapkan balasan berupa pahala dan surga.
Bagian terpenting dalam sebuah konsep pendidikan islam adalah yang berkaitan dengan keimanan (Aqidah). Aqidah dalam diri anak-anak harus dijadikan sasaran utama dalam konsep mendidiknya, hal ini sudah dimulai dari sejak kandungan hingga lahir kedunia. Ketika dalam kandungan ibu dapat membiasakan memutarkan ayat-ayat al-qur’an untuk diperdengarkan anak, dan ketika lahir bisa dibiasakan dengan mengenal kalimat thayyibah, seperti bacaan takbir, tahmid, tahlil, istighfar dan yang lainnya. Dalam mendidiknya anak harus dimantapkan bahwa hanya Allah sebagai satu-satunya pencipta, anak harus dibiasakan dalam kesehariannya jika ada Allah yang mengatur dalam kehidupannya. Anak harus dijelaskan tentang semua yang ada di alam semesta ini adalah Allah yang menciptakan, pergantian siang dan malam yang teratur, adanya matahari, bulan, bintang – gemintang semuanya adalah ciptaan Allah Swt, adanya hasil ciptaan karena ada yang menciptakan (pencipta).
Iman kepada Allah akan menjadi dasar kuat untuk beriman terhadap hal-hal ghaib dan segala hal yang dikhbarkan oleh Allah Swt, baik yang dijangkau oleh akal maupun tidak, karena semuanya dikhabarkan oleh Allah Swt. Wajib pula beriman kepada hari kebangkitan dan pengumpulan di padang mahsyar, surge dan neraka, hisab dan siksa. Beriman terhadap adanya malaikat, jin, dan syaithan serta apa yang telah diterangkan oleh Al-qur’an dan hadist qath’i.Dengan demikian terbentuklah pemahaman bagi anak-anak, jika dibalik manusia, alam semesta dan kehidupan ada Allah Swt yang menciptakannya serta wajibnya Mengimani rukun islam dan rukun iman.
Apabila aqidah islam itu sudah terbentuk pada pola fikir dan pola sikap anak-anak, maka tugas pendidik selanjutnya adalah menjelaskan hal-hal yang menjadi kewajiban dan larangan dalam agamanya, kewajiban tentang sholat 5 waktu, kewajiban menutup aurat bagi muslimah yang nantinya akan memasuki usia baligh, birrul walidayn dan hal- hal yang dilarang misalnya, berbuat nakal kepada temannya, membantah ayah dan bunda, mencuri, tidak patuh pada para ustadzah atau hal buruk lainnya itu adalah perbuatan dosa dan tidak disukai oleh Allah. Ketika aqidah itu sudah menancap, in syaa Allah anak-anak akan lebih mudah untuk menerima apa-apa yang menjadi tugasnya sebagai seorang muslim yaitu bertaqwa dan menjauhi apa-apa yang dilarang dalam agamanya, maka dari situ terbentuklah generasi-generasi yang islami yang siap menjadi pembela agama Allah, yang akan membumikan al-qur’an serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak harus tahu jika islam adalah agama yang sempurna, yang mempunyai pengaturan menyeluruh dalam kehidupannya, mulai dari pengaturan mendasar hingga yang paling detail, anak-anak harus bangga dengan identitasnya sebagai anak-anak islam yang menerapkan seluruh syari’at yang telah di tentukan oleh penciptanya (Allah Azza Wajalla).


                                                                                    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gambaran Umum Sistem Pendidikan Islam

Sistem Pendidikan Islam Akan Mencetak Generasi Rabbani, Cerdas Dan Berkualitas

Kemacetan kota, cukupkah dengan penambahan lebar jalan ?