Produk kreatif kewirausahaan Kelas XII SMK muhammadiyah Kradenan
Pengertian Produksi Massal
Pemilik bisnis memanfaatkan produksi massalnya dengan membuat produk kebutuhan secara berulang-ulang, memproses produksi, dan mendi
stribusikan secara berturut-turut dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Produksi massal merupakan cara perusahaan melakukan kegiatan produksi sesuai standar operasional prosedur, dalam menciptakan dan membuat suatu barang.
Proses pengerjaan ini dilakukan secara berlangsung dan terus-menerus dengan hasil produksi yang berjumlah besar walaupun menggunakan bantuan teknologi.
Awal terjadinya suatu sistem ini bermula hanya dapat dilakukan dan diterapkan pada barang produksi yang tertentu saja.
Misalnya bahan bakar, makanan, kimia, obat-obatan. Akan tetapi, kini produksi yang dilakukan sudah dapat diproduksi dalam berbagai jenis produk seperti skincare, makeup, bodycare dan sebagainya.
Menurut Wikipedia produksi massal, juga dikenal sebagai aliran produksi atau produksi terus-menerus, adalah sistem produksi dalam jumlah besar dari produk yang standar, termasuk dan terutama pada lini perakitan. Bersama-sama dengan pekerjaan produksi dan produksi batch, itu adalah salah satu dari tiga metode produksi.
Dua Tahapan Proses Produksi Massal
A. Tahap Persiapan
– Perencanaan
– Desain
– Riset
– Pengembangan produk
B. Tahap Proses Produk
– Penentuan penjadwalan
– Pemilihan peralatan
– Persiapan peralatan dan perkakas
– Pengarahan setiap sektor dan personalia
– Pemesanan material
– Melakukan pengerjaan
Manfaat Sistem Produksi Massal
1. Peningkatan Kecepatan
Biasanya menggunakan teknologi yang sangat canggih dalam menciptakan suatu hasil produk yang sangat cepat. Sehingga, adanya suatu sistem produksi dalam teknologi yang canggih dapat mempercepat hasil produksi dalam jumlah yang besar. Hal ini justru, dapat meningkatkan persaingan bagi bisnis lain dan menekan biaya perusahaan.
2. Efektifnya Manajemen Penilaian
Perusahaan dalam hal ini harus berdasarkan standar key performance indikator dimana produksi yang dilakukan sesuai dengan tepat sasaran.
Sehingga produksi utama dan tambahan produksi massal dapat digabungkan menjadi mekanisme hasil produk akhir. Karena itu, manajemen penilaian produksi menghasilkan nilai akurasi yang sesuai sasaran akan menghasilkan kesalahan margin yang rendah.
3. Efesiensi Finansial Perusahaan
Pada produksi massal peningkatan suatu produksi dengan adanya bantuan mesin dapat juga menurunnya suatu biaya produksi. Hal ini tentu saja, perusahaan akan mengurangi pegawainya untuk menambah jumlah yang besar bagi produksinya dan mengurangi biayanya.
Kelemahan Sistem Produksi Massal
– Mengurangi Pegawai
Penyebab utama pengurangan pegawai yaitu, perusahaan lebih mengutamakan pengeluarkan biaya untuk teknologi yang canggih supaya menghasilkan produk dengan jumlah yang besar dan mempercepat target waktu.
Sehingga, adanya produksi massal membuat pegawai yang tidak berkompeten dapat di PHK. Dengan hal ini justru tidak baik bagi pegawai karena pegawai tidak dapat shift pergantian kerja jam karyawan dan kegiatan yang dilakukan karyawan secara berulang-ulang.
– Menerapkan Manajemen Resiko
Dengan hal ini menerapkan manajemen resiko, konsekuensi perusahaan dalam pada sistem produksi massal dapat mengurangi akibat kerugian yang besar ketika mesin tersebut rusak dan harus diperbaiki.
Sehingga, kegiatan produksi terhenti dan pemasukan pada perusahaan nihil bahkan pergantian produk untuk mengikuti tren akan menimbulkan penambahan biaya.
Adanya rencana cadangan atau mesin cadangan akan membuat kegiatan perusahaan tetap berjalan dan pemasukan tetap bertambah walaupun tidak sebesar pada kegiatan produksi sebelumnya.
– Menyesuaikan Permintaan Pembeli
Keinginan permintaan pembeli dapat berubah jika minat permintaan produk tersebut menurun dan tidak laku. Akhirnya produk tersebut dapat kadaluarsa, rusak dan cacat produk.
Permintaan tersebut akan sulit dipenuhi bahkan diprediksi karena produksi massal mengikuti sesuai standar penciptaan produk yang berjumlah besar sehingga barang tersebut akan sia-sia diproduksikan.
Ciri-ciri Pada Produksi Massal
Untuk mengetahui ciri-ciri dari produksi massal dilakukan sesuai dengan manajemen perusahaan berdasarkan standar suatu usaha secara perencanaan, controlling, hingga hasil keputusan. Adapun dimiliki ciri-ciri tersebut sebagai berikut :
1. Mengurangi Pegawai
Produksi massal dilakukan pada saat produksi secara berulang-ulang dan berjumlah sangat banyak. Maka perusahaan membutuhkan fungsi mesin yang canggih, dikarenakan proses dalam pembuatan produk lebih cepat dari pada menggantungkan tenaga kerja manusia yang bekerja tidak maksimal.
2. Standar Urutan
Produksi massal diurutkan berdasarkan produksi yang dihasilkan dan sesusai dengan urutan polanya. Awal mula pengerjaan produksi dilakukan pada tahap bahan baku sampai bahan jadi.
Sifat pada produksi ini yaitu tidak adanya pencampuran bahan yang sudah jadi ke dalam proses bahan setengah jadi karena urutan dalam pola produksi massal yaitu urutan pola maju.
3. Tenaga Mesin Khusus
Kebanyakan sebuah proses produk dibuat melalui tenaga mesin yang canggih, dengan adanya berbagai macam produk maka mesin yang dipakai juga harus menggunakan mesin yang khusus.
Sistem ini bagi perusahaan sangat dipakai dan diterapkan kedalam bisnisnya, namun sebaliknya jika perusahaan kecil dikarenakan modal yang dipakai untuk mesinnya harus membutuhkan modal yang besar terhadap biaya mesin.
4. Bahan Produksi Massal Menggunakan Mesin
Bahan dalam pembuatan produk harus menggunakan mesin pada produksi massal karena dapat membuat suatu barang produksi dapat dihasilkan lebih cepat. Namun, jika produksi terlambat dalam target waktu pasokan pada pemasaran juga tidak akan maksimal sehingga produksi tersebut menjadi lebih efesien.
5. Supervisi Penanganan Mesin
Bergunanya supervisi pada produksi yaitu setiap pekerjaan sektor dapat mudah dilakukan, mesin eror maupun mesin yang tersendat dapat ditangani oleh supervise. Sehingga, adanya supervise produksi yang dilakukan dapat ditangani dengan cepat dan target proses produksi tepat.
Pentingnya Peran Teknologi
Seperti yang dibahas diatas bahwa pentingnya peran teknologi bagi suatu bisnis Anda, bahkan dalam kehidupan sehari-hari teknologi yang biasanya kita pakai adalah suatu hal yang mutlak seperti handphone, laptop dan smartwatch.
Bagi perusahaan penggunaan teknologi bagi suatu produksi massal akan berdampak menguntungkan pada perusahaan manufaktur dan bagi kebutuhan yang terpenuhi oleh pembeli.
Pada suatu perusahaan teknologi mesin yang dipakai akan mengurangi human eror atau mengurangi resiko lainnya yang biasanya terjadi pada manusia.
Namun, untuk teknologi mesin itu sendiri dapat terjadi pada kelemahan dan keuntungan bagi perusahaan. Jika pada suatu sektor bermasalah seluruh proses produksi akan terhenti, begitu juga dengan mesin yang rusak ataupun eror.
Dengan tidak adanya larangan aturan perusahaan melindungi karyawan untuk tetap bekerja pada perusahaan tersebut, maka bagi perusahaan sangat mudah mengganti seluruh proses produksinya secara otomatis tanpa adanya manusia.
Itulah penjelasan mengenai produksi massal untuk mengetahui klasifikasi biaya produksi dan bahan produksi hingga perhitungan maupun contoh perhitungannya yang dapat membantu dalam mengatasi kerugian perusahaan pada proses produksi dan stok barang.
Jelaskan kekurangan dan kelebihan produksi masal jika digunakan dalam industri sektor rumahan???
Pemilik bisnis memanfaatkan produksi massalnya dengan membuat produk kebutuhan secara berulang-ulang, memproses produksi, dan mendi
Produksi massal merupakan cara perusahaan melakukan kegiatan produksi sesuai standar operasional prosedur, dalam menciptakan dan membuat suatu barang.
Proses pengerjaan ini dilakukan secara berlangsung dan terus-menerus dengan hasil produksi yang berjumlah besar walaupun menggunakan bantuan teknologi.
Awal terjadinya suatu sistem ini bermula hanya dapat dilakukan dan diterapkan pada barang produksi yang tertentu saja.
Misalnya bahan bakar, makanan, kimia, obat-obatan. Akan tetapi, kini produksi yang dilakukan sudah dapat diproduksi dalam berbagai jenis produk seperti skincare, makeup, bodycare dan sebagainya.
Menurut Wikipedia produksi massal, juga dikenal sebagai aliran produksi atau produksi terus-menerus, adalah sistem produksi dalam jumlah besar dari produk yang standar, termasuk dan terutama pada lini perakitan. Bersama-sama dengan pekerjaan produksi dan produksi batch, itu adalah salah satu dari tiga metode produksi.
Dua Tahapan Proses Produksi Massal
A. Tahap Persiapan
– Perencanaan
– Desain
– Riset
– Pengembangan produk
B. Tahap Proses Produk
– Penentuan penjadwalan
– Pemilihan peralatan
– Persiapan peralatan dan perkakas
– Pengarahan setiap sektor dan personalia
– Pemesanan material
– Melakukan pengerjaan
Manfaat Sistem Produksi Massal
1. Peningkatan Kecepatan
Biasanya menggunakan teknologi yang sangat canggih dalam menciptakan suatu hasil produk yang sangat cepat. Sehingga, adanya suatu sistem produksi dalam teknologi yang canggih dapat mempercepat hasil produksi dalam jumlah yang besar. Hal ini justru, dapat meningkatkan persaingan bagi bisnis lain dan menekan biaya perusahaan.
2. Efektifnya Manajemen Penilaian
Perusahaan dalam hal ini harus berdasarkan standar key performance indikator dimana produksi yang dilakukan sesuai dengan tepat sasaran.
Sehingga produksi utama dan tambahan produksi massal dapat digabungkan menjadi mekanisme hasil produk akhir. Karena itu, manajemen penilaian produksi menghasilkan nilai akurasi yang sesuai sasaran akan menghasilkan kesalahan margin yang rendah.
3. Efesiensi Finansial Perusahaan
Pada produksi massal peningkatan suatu produksi dengan adanya bantuan mesin dapat juga menurunnya suatu biaya produksi. Hal ini tentu saja, perusahaan akan mengurangi pegawainya untuk menambah jumlah yang besar bagi produksinya dan mengurangi biayanya.
Kelemahan Sistem Produksi Massal
– Mengurangi Pegawai
Penyebab utama pengurangan pegawai yaitu, perusahaan lebih mengutamakan pengeluarkan biaya untuk teknologi yang canggih supaya menghasilkan produk dengan jumlah yang besar dan mempercepat target waktu.
Sehingga, adanya produksi massal membuat pegawai yang tidak berkompeten dapat di PHK. Dengan hal ini justru tidak baik bagi pegawai karena pegawai tidak dapat shift pergantian kerja jam karyawan dan kegiatan yang dilakukan karyawan secara berulang-ulang.
– Menerapkan Manajemen Resiko
Dengan hal ini menerapkan manajemen resiko, konsekuensi perusahaan dalam pada sistem produksi massal dapat mengurangi akibat kerugian yang besar ketika mesin tersebut rusak dan harus diperbaiki.
Sehingga, kegiatan produksi terhenti dan pemasukan pada perusahaan nihil bahkan pergantian produk untuk mengikuti tren akan menimbulkan penambahan biaya.
Adanya rencana cadangan atau mesin cadangan akan membuat kegiatan perusahaan tetap berjalan dan pemasukan tetap bertambah walaupun tidak sebesar pada kegiatan produksi sebelumnya.
– Menyesuaikan Permintaan Pembeli
Keinginan permintaan pembeli dapat berubah jika minat permintaan produk tersebut menurun dan tidak laku. Akhirnya produk tersebut dapat kadaluarsa, rusak dan cacat produk.
Permintaan tersebut akan sulit dipenuhi bahkan diprediksi karena produksi massal mengikuti sesuai standar penciptaan produk yang berjumlah besar sehingga barang tersebut akan sia-sia diproduksikan.
Ciri-ciri Pada Produksi Massal
Untuk mengetahui ciri-ciri dari produksi massal dilakukan sesuai dengan manajemen perusahaan berdasarkan standar suatu usaha secara perencanaan, controlling, hingga hasil keputusan. Adapun dimiliki ciri-ciri tersebut sebagai berikut :
1. Mengurangi Pegawai
Produksi massal dilakukan pada saat produksi secara berulang-ulang dan berjumlah sangat banyak. Maka perusahaan membutuhkan fungsi mesin yang canggih, dikarenakan proses dalam pembuatan produk lebih cepat dari pada menggantungkan tenaga kerja manusia yang bekerja tidak maksimal.
2. Standar Urutan
Produksi massal diurutkan berdasarkan produksi yang dihasilkan dan sesusai dengan urutan polanya. Awal mula pengerjaan produksi dilakukan pada tahap bahan baku sampai bahan jadi.
Sifat pada produksi ini yaitu tidak adanya pencampuran bahan yang sudah jadi ke dalam proses bahan setengah jadi karena urutan dalam pola produksi massal yaitu urutan pola maju.
3. Tenaga Mesin Khusus
Kebanyakan sebuah proses produk dibuat melalui tenaga mesin yang canggih, dengan adanya berbagai macam produk maka mesin yang dipakai juga harus menggunakan mesin yang khusus.
Sistem ini bagi perusahaan sangat dipakai dan diterapkan kedalam bisnisnya, namun sebaliknya jika perusahaan kecil dikarenakan modal yang dipakai untuk mesinnya harus membutuhkan modal yang besar terhadap biaya mesin.
4. Bahan Produksi Massal Menggunakan Mesin
Bahan dalam pembuatan produk harus menggunakan mesin pada produksi massal karena dapat membuat suatu barang produksi dapat dihasilkan lebih cepat. Namun, jika produksi terlambat dalam target waktu pasokan pada pemasaran juga tidak akan maksimal sehingga produksi tersebut menjadi lebih efesien.
5. Supervisi Penanganan Mesin
Bergunanya supervisi pada produksi yaitu setiap pekerjaan sektor dapat mudah dilakukan, mesin eror maupun mesin yang tersendat dapat ditangani oleh supervise. Sehingga, adanya supervise produksi yang dilakukan dapat ditangani dengan cepat dan target proses produksi tepat.
Pentingnya Peran Teknologi
Seperti yang dibahas diatas bahwa pentingnya peran teknologi bagi suatu bisnis Anda, bahkan dalam kehidupan sehari-hari teknologi yang biasanya kita pakai adalah suatu hal yang mutlak seperti handphone, laptop dan smartwatch.
Bagi perusahaan penggunaan teknologi bagi suatu produksi massal akan berdampak menguntungkan pada perusahaan manufaktur dan bagi kebutuhan yang terpenuhi oleh pembeli.
Pada suatu perusahaan teknologi mesin yang dipakai akan mengurangi human eror atau mengurangi resiko lainnya yang biasanya terjadi pada manusia.
Namun, untuk teknologi mesin itu sendiri dapat terjadi pada kelemahan dan keuntungan bagi perusahaan. Jika pada suatu sektor bermasalah seluruh proses produksi akan terhenti, begitu juga dengan mesin yang rusak ataupun eror.
Dengan tidak adanya larangan aturan perusahaan melindungi karyawan untuk tetap bekerja pada perusahaan tersebut, maka bagi perusahaan sangat mudah mengganti seluruh proses produksinya secara otomatis tanpa adanya manusia.
Itulah penjelasan mengenai produksi massal untuk mengetahui klasifikasi biaya produksi dan bahan produksi hingga perhitungan maupun contoh perhitungannya yang dapat membantu dalam mengatasi kerugian perusahaan pada proses produksi dan stok barang.
Jelaskan kekurangan dan kelebihan produksi masal jika digunakan dalam industri sektor rumahan???
1. Kelebihan
BalasHapus- Barang diproduksi secara efisien dan kecepatan yang meningkat sehingga barang dipasarkan lebih cepat dan menghasilkan keuntungan sehat dalam waktu singkat.
-Sedikitnya pengeluaran per unit karena biaya individu yang rendah karena menggunakan alat otomatis dan peralatan yang efisien
-Banyak barang yang diproduksi dan semuanya adalah barang standar. Lalu akan menghasilkan akurasi tinggi.
2.Kekurangan
-Lebih banyak biaya untuk bahan baku untuk tingkat produksi yang lebih cepat.
-Kurang beragamnya hasil produksi karena kesamaan adalah ciri produksi massal
-Sumber daya terbuang jika ada yang salah dengan desain produk.
1.Lebih banyak biaya untuk bahan baku untuk tingkat produksi yang lebih cepat
BalasHapus2.Lebih banyak biaya untuk bahan baku untuk tingkat produksi yang lebih cepat
Kelebihan
BalasHapusLalu produksi nya cepat karena mesin memiliki tingkat otomatisasi yang tinggi. Selain itu barang juga diproduksi secara efisien dan kecepatan yang meningkat sehingga barang dipasarkan lebih cepat dan menghasilkan keuntungan sehat dalam waktu singkat
Sedikitnya pengeluaran per unit karena biaya individu yang rendah karena menggunakan alat otomatis dan peralatan yang efisien
Banyak barang yang diproduksi dan semuanya adalah barang standar. Lalu akan menghasilkan akurasi tinggi. Barang lalu menerima otomatisasi tingkat tertinggi.
Selain itu kurangnya biaya tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga akurasi lebih tinggi.
Kekurangan
Lebih banyak biaya untuk bahan baku untuk tingkat produksi yang lebih cepat
Kurang beragamnya hasil produksi karena kesamaan adalah ciri produksi massal
Sumber daya terbuang jika ada yang salah dengan desain produk.
Tidak ada jaminan karena konsumsi massa penting untuk menentukan tingkat keberhasilan produksi massal.
Apabila ada kesalahan mohon
maaf...
Peri Firmansyah
Hapus12 TBSM
Kelebihan
BalasHapus-Lalu produksi nya cepat karena mesin memiliki tingkat otomatisasi yang tinggi.
-Selain itu barang juga diproduksi secara efisien dan kecepatan yang meningkat sehingga barang dipasarkan lebih cepat dan menghasilkan keuntungan sehat dalam waktu singkat.
-Sedikitnya pengeluaran per unit karena biaya individu yang rendah karena menggunakan alat otomatis dan peralatan yang efisien.
-Banyak barang yang diproduksi dan semuanya adalah barang standar. Lalu akan menghasilkan akurasi tinggi.
-Barang lalu menerima otomatisasi tingkat tertinggi.
-Selain itu kurangnya biaya tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga akurasi lebih tinggi.
Kekurangan
-Lebih banyak biaya untuk bahan baku untuk tingkat produksi yang lebih cepat.
-Kurang beragamnya hasil produksi karena kesamaan adalah ciri produksi massal.
-Sumber daya terbuang jika ada yang salah dengan desain produk.
-Tidak ada jaminan karena konsumsi massa penting untuk menentukan tingkat keberhasilan produksi massal.
Kelebihan
BalasHapus-Lalu produksi nya cepat karena mesin memiliki tingkat otomatisasi yang tinggi.
-Selain itu barang juga diproduksi secara efisien dan kecepatan yang meningkat sehingga barang dipasarkan lebih cepat dan menghasilkan keuntungan sehat dalam waktu singkat.
-Sedikitnya pengeluaran per unit karena biaya individu yang rendah karena menggunakan alat otomatis dan peralatan yang efisien.
-Banyak barang yang diproduksi dan semuanya adalah barang standar. Lalu akan menghasilkan akurasi tinggi.
-Barang lalu menerima otomatisasi tingkat tertinggi.
-Selain itu kurangnya biaya tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga akurasi lebih tinggi.
Kekurangan
-Lebih banyak biaya untuk bahan baku untuk tingkat produksi yang lebih cepat.
-Kurang beragamnya hasil produksi karena kesamaan adalah ciri produksi massal.
-Sumber daya terbuang jika ada yang salah dengan desain produk.
-Tidak ada jaminan karena konsumsi massa penting untuk menentukan tingkat keberhasilan produksi massal.