Duhai Perempuan, kembalilah pada peranmu sebagai ibu dan pengatur rumah tangga

Kondisi negeri ini semakin hari semakin buruk dan tak nyaman buat perempuan
Dimana-mana lowongan pekerjaan yang dibutuhkan adalah perempuan
Dengan syarat-syarat yang begitu merendahkan perempuan
Salah satunya adalah melepaskan identitasnya sebagai orang islam
Lagi-lagi perempuan menjadi sasaran empuk para kapitalis dan menjadi korban
Dengan alasan gender, perempuan diperdaya untuk tinggalkan peran
Oleh kapitalis, perempuan dianggapjnya sebagai tenaga produktif
Alhasil, banyak perempuan yang berbondong-bondong banting tulang tinggalkan kewajiban
Mereka menggunakan madu sebagai tameng
Yang sejatinya itu adalah racun buat perempuan
Mulai  alasan ijazah, lifestyle, ilmu, beban hidup dan lain sebagainya
Dengannya perempuan dipaksa untuk jadi pahlawan keluarga
Penambah devisa negara
Tenaga perempuan dibabat habis oleh pemuja kapitalis
Tidak peduli jika keluarga merindukan sosoknya
Suami membutuhkan dirinya sebagai pengatur rumah tangga
Anak-anak membutuhkan kasih sayang dan peran darinya
Duhai perempuan bangkitlah, generasi masa depan ada ditanganmu
Percayalah jika Allah yang akan menjamin rizkimu
Jika kau taat pada Allah dan pasangan halalmu
Niscaya Allah akan memudahkan segala kesempitan dalam hidupmu
Duhai perempuan mengertilah bekerja adalah mubah hukumnya
Namun mengasuh amanah dari Allah adalah kewajiban
Kelak diakhirat kau akan dimintai pertanggung jawaban
Bagaimana peranmu sebagai istri dan ibu buat buah hatimu
sebelum hal itu terjadi, perbaikilah 
Dan kembalilah kepada peranmu sebagai Al-umm Warabbul bait ( ibu dan pengatur rumah tangga)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gambaran Umum Sistem Pendidikan Islam

Sistem Pendidikan Islam Akan Mencetak Generasi Rabbani, Cerdas Dan Berkualitas

Kemacetan kota, cukupkah dengan penambahan lebar jalan ?